Priska, Generasi Baru Dunia Tenis Putri Indonesia

Priska, Generasi Baru Dunia Tenis Putri Indonesia. Seperti ada angin segar bagi perkembangan olahraga tenis Indonesia. Seorang putri Indonesia berhasil masuk ke final Australia Open 2020. Dipasangkan dengan Alexandra Eala asal dari Filipina. Pasangan Priska dan Eala berhasil membungkam lawan unggulan satunya yaitu Kamilla Batone dari Latvia dan Fruhvirtova dari Republik Ceko hari Kamis, 30 Januari 2020 kemarin.

Dunia Tenis Putri

Baca juga artikel lain di : http://www.arjournals.info/

Hari sebelumnya, Priska masih belum beruntung di laga tunggal setelah dikalahkan seorang petenis bukan unggulan asal Jerman, Alexandra Vecic. Petenis perempuan yang masih berusia 16 tahun itu harus kandas hanya dalam waktu 54 menit. Hasil ini masih sama dengan kegagalannya di ajang sama tahun lalu. Tahun ini dia melaju hingga ke putaran tiga setelah mengalahkan petenis perempuan junior asal Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Dunia tenis putri Indonesia memang sudah lama tidak merasakan gegap gempita pencapaian gemilang semenjak era Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja. Terakhir prestasi Priska pun cukup gemilang. Tahun lalu dia sempat menapaki seperempat final tunggal putri di ajang Wimbledon dan US Open. Tak ketinggalan semifinalis SEA Games 2019 sempat dirasakan tetapi masih dikalahkan oleh Aldila Sutjiadi.

Keberhasilan Priska tidak sendirian. Dia didukung oleh ayahnya, Albert Nugroho. Sang ayah yang berada di balik layar merancang setiap turnamen bagi putrinya sejak tahun 2014 lalu. Atas kerja keras, prestasi Priska pun terus naik setiap tahun. Posisi terakhir di level Federasi Tenis Internasional (ITF) Junior tahun lalu, Priska berhasil menduduki posisi 32, yang naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya.

Tak hanya dukungan moril, Albert pun memberi dukungan dana untuk kemajuan Priska. Berkerja sama dengan Ketua Umum Persatuan Tenis Indonesia (Pelti), Rildo Ananda Anwar, Albert berharapkan bantuan kemudahan akses undangan dan endorse untuk setiap pertandingan yang akan berlangsung.

Apa yang Dilakukan Generasi Dunia Tenis Putri Indonesia?

Perjuangan Priska dan Eala bukan mudah. Bukan pasangan yang diunggulkan, Priska dan Eala sempat kalah di set pertama 1-6. Namun pasangan ini tidak pantang menyerah. Mereka berhasil memaksakan perpanjangan waktu di set berikutnya 7-5. Dan malah semakin mantap dengan mengungguli dengan 10-8.

Duo petenis putri ini makin bersemangat ketika suporter semakin menjadi meneriakkan nama mereka. Teriakan itu membangkitkan permainan mereka. Harapannya semoga kelak mereka bisa mengharumkan dunia tenis putri internasional.

Priska dan Eala sebelumnya pernah juga dipasangkan di turnamen U-14 Tennis Europe tahun 2017. Bertempat di Belanda, remaja putri yang lahir pada tahun 2003 ini, bersama Eala mengalahkan duet petenis Mesir dan Maroko. Tak hanya itu, pecinta tenis bertambah bangga karena Priska pun berhasil menyabet juara setelah melawan petenis junior asal Australia, Annerly Poulos.

Karir Priska pun terus melaju dengan gemilang setelah dipilih menjadi anggota ITF Touring Team di tahun yang sama. Federasi memilih atlit-atlit terbaik dunia yang lolos seleksi regional. Mereka didanai sebagai bagian dari pengembangan bakat para petenis muda untuk wilayah Asia, Afrika dan Amerika Serikat. Priska menjadi wakil yang terbaru karena sudah sangat lama sebelumnya tidak ada wakil dari Indonesia.

Tak percuma program tersebut diberikan kepada Priska lewat Grand Slam Development Fund karena prestasi Priska konsisten di atas hingga saat ini. Apapun hasil pertandingan hari ini, saya yakin dunia tenis putri Indonesia akan bangga dan menjadi punya harapan cerah ke depannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *